That’s why I’m here

My friend keep telling me to joint stishit sice I don’t have a passion to post at steemit.

He told me that at stishit we can get reward more and easier than at steemit

so here I’m to prove it.

SELFIE, WEFIE, GROUFIE, USSIE ?

Kita semua pasti pernah mendengar beberapa istilah itu, tapi sebagian besar tidak semuanya ngerti apa artinya.. mari kita bahas..

SELFIE adalah istilah untuk sebuah foto yg dijepret oleh diri sendiri (bukan dilakukan orang lain).. konon foto selfie yg pertama didunia adalah yg dilakukan Robert Cornelius pada tahun 1839.. dengan kamera konvensional..

Baru setelah munculnya kamera digital terutama setelah terintegrasi dalam sebuah ponsel.. sejak itulah istilah “selfie” mulai dikenal luas.. dan mendunia sejak seorang photographer bernama Jim Krause mempopuplerkan istilah ini tahun 2005.

GROUFIE diperkenalkan oleh Huawei (China) adalah istilah berfoto beramai-ramai yg dilakukan oleh salah satu dari orang yg ada dalam foto tsb (bukan dilakukan orang lain yg tidak ikut terjepret).. sayangnya istilah ini tidak populer dan tergantikan oleh istilah baru: Wefie.

WEFIE adalah pengganti istilah Groufie yg terdengar lebih enak.. muncul sekitar awal tahun 2014 didunia fotografi, tapi di Indonesia mulai dikenal sekitar 2016, terutama sejak Pilkada DKI.. yg mempopulerkan adalah Anies Baswedan.. ketika pasangan Cagub yg lain beselfie berdua, Anies mengajak orang disekitarnya untuk ikut berfoto dan menyebut “yuk wefie”..

USSIE adalah istilah yg muncul hampir bersamaan dengan Wefie, pertama dikenal dikalangan Artis Bollywood, tapi nasibnya sama dengan Groufie.. gak terlalu populer.. ahirnya redup.. jadi yg dikenal luas adalah Selfie dan Wefie..

Jadi mulai sekarang kalau kita mengambil foto dengan kamera kita dan pesertanya adalah rame-rame katakan “Wefie” (dilafaskan: wifi) bukan “Selfie”.. jangan lupa ya..

 

 

Unbelievable Japan Book Part 3 -The End-

  1. Bidang Pemerintahan

Warga selalu diingatkan saat SIM mau habis masa berlakunya, diberitahu bahwa ini saatnya anaknya imunisasi (plus tempat dan waktunya), kapan waktunya layanan pemeriksaan kesehatan untuk kaum ibu (papsmear, mammografi dll), dst. Di pemberitahuan pemeriksaan kesehatan sekalian ada kantong2 untuk mengambil sampel urine dan feses yg tinggal dibawa ke tempat pemeriksaan. Hebat ya?

  • Di Jepang, kandidat yg berkampanye untuk menjadi walikota selalu memberikan janji2 yg teknis sifatnya, bukan retorik belaka. Cara kampanyenya juga unik, berdiri di atas mobil dg pengeras suara di depan stasiun2 dan tempat ramai. Sering juga orang yg kampanye dicuekin. Juga dg memasang profil plus janji2 kampanye lengkap di koran. Yg jelas, politisi yg ketahuan korupsi pasti mengundurkan diri dan membungkuk minta maaf di TV nasional. Kadang sampai bersujud. Karena sanksi sosial masih sangat ampuh di Jepang.
  1. Tentang hal-hal lain
  • orang Jepang tidak suka pamer kekayaan, prestasi, jabatan, dll. Orang berjas saja naik sepeda karena lebih praktis. Ibu2 jepang tidak pernah ngerumpiin kekayaan atau jabatan suami. Paling ngobrolin anak atau masakan. Sehari2 mereka tampil praktis dan sederhana. Tidak pernah dandan heboh. Hanya saat ke pesta mereka tampil elegan. Semua itu karena orang Jepang tidak suka terlihat ‘beda’ atau menarik perhatian.

  • di Jepang, masalah bullying (=ijime) adalah masalah yg serius dan banyak memakan korban jiwa di kalangan pelajar. Orang Jepang memang sangat takut terlihat ‘berbeda’. Mereka yg berbeda rawan jadi korban bullying. Misal terlalu kurus/gemuk, terlalu pendiam dll. Pemerintah bekerja keras untuk mengatasi masalah ini.

  • satu lagi masalah ‘besar’ di Jepang adalah masalah pelecehan seksual. Semakin banyak terjadi di tempat2 ramai, wanita yg dipegang/diremas badannya di area sensitif. Yg membuat pelecehan seksual maki
    n banyak adalah karena para korban biasanya malu menarik perhatian, sehingga mereka diam saja.

  • bulan maret-april adalah musim bunuh diri di Jepang, karena per tanggal 1 April adalah waktunya penerimaan karyawan baru, mutasi karyawan dll. Di tanggal ini orang baru tahu bahwa ia dipecat, ditolak masuk kerja, atau diturunkan pangkatnya. Karena rasa malu orang Jepang sangat tinggi, hal2 seperti itu bisa menjadi alasan untuk mereka bunuh diri. Karena itu, pada bulan2 ini orang2 maklum bila ada kereta yg terlambat (padahal biasanya tidak pernah telat), karena sedang ada orang yg bunuh diri dg melompat ke rel. Banyak juga yg melompat dari gedung tinggi. Wow..

Selain beberapa hal di atas, masih banyak hal2 menarik lain yg ditulis weedy di bukunya.

Menarik untuk sekali2 berpaling dari ‘keributan’ di negeri sendiri, dan mengambil waktu untuk belajar dari negara lain.
So refreshing! ?

Unbelieveable Japan Book part 2

. Di bidang pertanian

  • Para petani di Jepang sangat makmur karena dinaungi oleh sebuah lembaga pemerintah – Japan Agriculture – yg pengurusnya adalah para petani juga. Pemerintah sangat memperhatikan nasib petani (dan nelayan). Mereka diberi jalur distribusi ke berbagai supermarket lokal. Para petani berlomba2 menghasilkan produk terbaik, dan di supermarket foto petaninya ikut dipajang di rak2. Akibatnya masyarakat juga diuntungkan karena dapat produk yg segar dan terbaik. JA juga mensubsidi petani bila harga pasar turun (tetap dibeli dg harga normal), sehingga petani tidak rugi. Uangnya berasal dari subsidi silang pemerintah. Pemerintah jepang menerapkan bea masuk tinggi untuk beras dll dari luar negeri untuk melindungi petani lokal.

Unbelieveable Japan Book

Baru selesai baca buku Unbelievable Japan by Weedy Koshino. Weedy adalah wanita Indonesia yg menikah dg orang Jepang, punya dua anak, dan sejak 2007 sudah tinggal di Jepang.

Isinya bagus dan sangat informatif. Membuatku jadi tambah kagum sama Jepang..

Beberapa hal menarik nih misalnya:

  1. Di bidang pendidikan
  • anak2 jepang sejak masuk SD sudah harus berangkat ke sekolah sendiri tanpa diantar ortu. Perginya jalan kaki karena sekolah mereka memang dekat2. Ini untuk melatih kemandirian. Untuk mencegah kejahatan, anak2 dibekali dg peluit dan tombol sirene di ransel. Ortu2 murid juga ditugasi untuk gantian berpatroli di jalanan sekitar sekolah. Keren ya?

  • banyak kegiatan gratisan untuk anak2 yg disediakan pemerintah kalo musim liburan tiba. Misalnya ada game ke hutan yg mengajari anak2 mencintai alam. Ada juga taman bermain gratis tentang belajar berlalu lintas. Semua game gratisan itu dijaga oleh volunteers mahasiswa/pensiunan. Anak2 didorong untuk banyak beraktivitas di luar rumah.

  • ada acara TV yg menarik di Jepang, dimana anak2 umur 3-5 tahun dilepas sendirian ke supermarket untuk belanja. Ceritanya mama mereka berpura-pura  perlu bahan makanan untuk memasak, tapi tidak ada persediaan di rumah. Lalu sang mama minta tolong sama anaknya untuk belanja. Si anak dibekali dompet yg digantung di leher dan dilepas sendirian. Namun yg tidak disadari si anak, ia sebenarnya diikuti oleh kru2 TV yg menjaga dia. Perjuangan si anak untuk sampai ke supermarket, lalu memilih2 belanjaan, membayar, dan membawa belanjaan yg berat menjadi tontonan yg lucu dan mengharukan. Ada yg menangis kangen mamanya. Ada yg sebentar2 berhenti karena berat. Yg jelas, begitu si anak sampai rumah, ia langsung disambut pelukan erat mamanya plus diberi ucapan terima kasih dan pujian bertubi2. Anak2 itu tinggi sangat bangga dan meningkat kepercayaan dirinya karena berhasil menempuh perjalanan berat dan berhasil menolong mamanya yg kesusahan. Menarik sekali idenya ya? ?

 

Bersambung….

StishApp

FREE
VIEW